A.
Pengertian
1.
Manusia
Manusia
merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk
ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena manusia dibekali akal
sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan
adalah akal. Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang
buruk, akal juga sebagai alat untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga
kerja sama antara keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.
Pada
hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk yang terdapat
banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut hanya terdapat pada
satu jiwa. Keragaman-keragaman manusia sebagai makhluk monopluralis tersebut
diantaranya:
A.
Susunan kodrat
Susunan kodrat
manusia adalah mempunyai dua dimensi yaitu:
1.
Jasmani
Sebagai bodi/badan
atau rangka, yang terlihat oleh indera kita.
2.
Rohani
Ruh atau yang
mengisi dan menjalankan badan tersebut. Di mana dalam dimensi rohani manusia
terdapat cipta, rasa, dan karsa.
B.
Sifat kodrat
Secara sifat kodrat
manusia yaitu sebagai berikut:
1.
Makhluk individu
Manusia dikatakan
sebagai makhluk individu karena setiap manusia tercipta dengan kepribadian,
keunikan, serta kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga setiap individu
manusia berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing
2.
Makhluk sosial
Manusia dikatakan
sebagai makhluk sosial karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap manusia
saling membutuhkan untuk dapat melangsungkan hidupnya.
C.
Kedudukan kodrat
Dalam kodratnya
manusia memiliki kedudukan sebagai:
1.
Makhluk pribadi
Sebagai makhluk
pribadi manusia mempunyai hak dan kewajiban. Dalam menjalankan hak dan
kewajiban ini haruslah berlandaskan moral dan tanggung jawab sehingga dapat
berjalan seimbang sebagaimana mestinya.
2.
Makhluk Tuhan
Sebagai makhluk
tuhan manusia memiliki kewajiban beribadah kepada Allah SWT serta segala
sesuatu tindakan manusia akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Selain
mempunyai hakekat hidup, manusia juga memiliki sifat-sifat, diantaranya yaitu:
a. Sebagai makhluk
yang berakal
b. Sebagai makhluk
yang berbahasa
c. Sebagai makhluk
yang beragama
Berdasarkan
sifat-sifat tersebut di atas maka dalam diri manusia selalu mempunyai pola
pikir, pengharapan atau cita-cita serta kehendak untuk mendapatkan penghidupan
yang lebih baik dari dalam kehidupannya dengan cara menciptakan sesuatu.
2.
Sains
Sains
berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis, dan
bukan hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja
tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.
Menurut
Medawar (1984) Sains(dari istilah Inggris Science) berasal dari kata: sienz,
cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians. Kata dasar
yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak
semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang
dapat diuji (hasil dari pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya yang
dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan
kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut
boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.
Menurut
Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah: “Ilmu yang teratur (sistematik) yang
dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan
semata (misalnya:fisika, kimia, biologi)”. Pendidikan sains menekankan pada
pengalaman secara langsung. Sains yang diartikan sebagai salah satu cabang ilmu
yang mengkaji tentang sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang
sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi peradaban dunia
modern. Sains merupakan satu proses unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran
melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan
hokum-hukum alam. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada
persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan
ia menjadi landasan perkemabangan teknologi yang menjadi salah satu unsur
terpenting peradaban manusia. Sains sangat penting untuk perkembangan dan
kemajuan kemanusiaan dan teknologi.
3.
Teknologi
Istilah
teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti
seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang
yang memilki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang
yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode
yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik. Istilah “teknologi” berasal
dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah
teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi
sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan
manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang,
memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.
Menurut
Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai ”keseluruhan
metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap
bidang kegiatan manusia.” Pengertian teknologi secara umum adalah:
A. Proses yang
meningkatkan nilai tambah.
B. Produk yang
digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja.
C. Struktur atau
sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.
Pada
permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan
merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan
mesin-mesin. Perluasan arti berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini
muncul perumusan teknologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia
berusaha mengubah atau menangani lingkungannya. Teknologi dianggap sebagai
penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada
perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi adalah segenap
keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan
masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah
bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana yang
tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.
Adapun tiga macam
teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli, yaitu :
1.
Teknologi Modern
Jenis teknologi
modern ini mempunyai ciri-ciri sebagai
berikut :
A.
Padat modal
B.
Mekanis elektris
C.
Menggunakan bahan impor
D.
Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain
2.
Teknologi Madya
Jenis teknologi
madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
A.
Padat karya
B.
Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat
C.
Menggunakan alat setempat
D.
Berdasarkan alat penelitian
3.
Teknologi
Tradisional
Teknologi ini
mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :
A.
Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja)
B.
Menggunakan keterampilan setempat
C.
Menggunakan alat setempat
D.
Menggunakan bahan setempat
E.
Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan
Demikianlah
teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya
alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara
lebih umun dapatlah bahwa teknologi merpukan suatu sistem penggunaan berbagai
sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.
Contoh-contoh
teknologi:
1.
Teknologi
komunikasi
Yaitu suatu sistem
yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan
dimanapun tidak terbatas pada tempat, jarak dan waktu. Misal: internet,
handphone, bairless, dll.
2.
Teknologi informasi
Yaitu suatu sistem
yang memudahkan kita untuk memperoleh berbagai macam info yang dibutuhkan
secara praktis dan dalam waktu yang relative singkat. Misal: internet, tv.
3.
Bioteknologi
Yaitu suatu teknologi yang
mampu memanipulasi proses alami secara dramatis. Misal: cloning pada hewan dan
tumbuhan.
B.
Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi
kehidupan manusia
Pada hakekatnya manusia secara kodrat bersifat sebagai
makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu
karena setiap manusia berbeda-beda dengan manusia yang lain dalam hal
kepribadian, pola pikir, kelebihan, kekurangan dan kreatifitas untuk mencapai
cita-cita. Sehingga sebagai pribadi-pribadi yang khas tersebut manusia berusaha
mengeluarkan segala potensi yang ada pada dirinya dengan cara menciptakan
sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bantuan orang lain.
Potensi-potensi manusia sebagai makhluk individu dapat dituangkan dalam sebuah
karya seni, sains, dan teknologi.
Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya
dapat dirasakan disetiap aspek kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga
pengaruh sains, teknologi, seni bagi manusia dan budaya dalam masyarakat dapat
berpengaruh baik secara negatif maupun secara positif :
1. Pengaruh positif
a. Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara
individu maupun kelompok) terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer, dan pemikiran-pemikiran
dalam bidang sosial budaya.
b. Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat
dapat lebih mempermudah proses pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh
manusia.
c. Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu
inspirasi tentang perkembangan suatu kebudayaan yang ada di Indonesia.
2. Pengaruh negatif
Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi
dan seni juga dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan peradapan
manusia dan budaya terutama bagi generasi muda. Selain itu sains, teknologi dan
seni telah melunturkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa dan tata krama
sosial yang selama ini menjadi ciri khas dan kebanggaan. Serta yang terakhir
pemanfaatan dari sains, teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah
baru dalam kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental
dan budaya bangsa, seperti:
a. Menipisnya lapisan ozon
b. Terjadi polusi udara, air dan tanah
c. Terjadi pemanasan global
d. Rusaknya ekosistem laut
e. Pergaulan dan seks bebas dan penyakit moral.
Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat
memberikan pengaruh yang positif bagi manusia dan budaya, maka sains, teknologi
dan seni seharusnya mampu mengkolaborasikan antara nilai-nilai empiris dengan
nilai-nilai moral dan menyesuaikan dengan nilai-nilai religius, keagamaan, dan
dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.
Selama perjalanan sejarah, umat manusia telah berhasil
menciptakan berbagai macam kebudayaan. Berbagai macam atau ragam kebudayaan
tersebut meliputi tujuh unsure kebudayaan saja. Ketujuh unsur kebudayaan
tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang selalu ada pada setiap kebudayaan
masyarakat yang ada dibelahan dunia.
Menurut Kluchkhon sebagai mana dikutip Koentjaraningrat
(1996), bahwa ketujuh unsur pokok kebudayaan tersebut meliputi:
1. Peralatan hidup(teknologi)
2. Sistem mata pencaharian hidup(ekonomi)
3. Sistem kemasyarakat (organisasi sosial)
4. Sistem bahasa
5. Kesenian (seni)
6. Sistem pengetahuan (ilmu pengatehuan/sains)
7. Sistem kepercayaan (religi).
Ketujuh unsur budaya tersebut merupakan unsur-unsur
budaya pokok yang pasti ada apabila kita meneliti atau mempeljari setiap
kehidupan masyarakat. Karena ada pada setiap kehidupan masyarakat manusia di
dunia ini, maka ketujuh unsur pokok dari kebudayaan yang ada di dunia itu
sering kali dikatakan sebagai unsur-unsur budaya yang bersifat universal, atau
unsur-unsur kebudayaan universal.
Ilmu pengetahuan (sains), peralatan hidup (teknologi),
serta kesenian (seni) atau sering disingkat IPTEKS, termasuk bagian dari
unsur-unsur pokok dari kebudayaan universal tersebut.
Maka dapat dipastikan IPTEKS akan kita jumpai pada setiap
kehidupan masyarakat manusia dimanapun berada, baik yang telah maju,sedang
berkembang, sampai masyarakat yang masih sangat rendah tingkat perdabannya.
Bahkan pada kehidupan masyarakat purba atau pada zaman prasejarah sekalipun,
ketujuh unsur-unsur budaya universal tersebut telah ada, termasuk Ipteks,
meskipun tentunya pada tingkatan yang sangat sederhana atau primitif sekali.
Salah satu bukti bahwa pada zaman purba telah muncul ketujuh unsur-unsur budaya
universal adalah pada zaman itu manusia telah mengenal adanya peralatan hidup
atau teknologi berupa alat-alat sederhana yang terbuat dari batu maupun tulang
yang digunakan untuk mencari makanan (berburu, meramu makanan, atau bercocok
tanam secara sederhana atau berladang).
Kemudian, pada saat itu manusia purba juga telah mengenal
adanya sistem kepercayaan yang sekaligus menunjukkan adanya nilai seni serta
sistem mata pencaharian hidup manusia purba, yakni sebagaimana terpotret pada
gambar-gambar mistis berupa lukisan telapak tangan serta lukisan babi rusa yang
terkena panah pada bagian perutnya, yang ditemukan di gua-gua tempat tinggal
mereka. Pada zaman purba, ternyata juga telah dikenal adanya sistem pengetahuan
dalam pelayaran yang menggunakan sandaran pengetahuan pada perbintangan.
Demikianlah pada masa-masa sesudahnya, pelan tapi pasti
Ipteks terus berkembang semakin maju sejalan dengan kemajuan penalaran yang
telah dicapai oleh umat manusia. Bahkan, kini Ipteks yang pada awal
perkembangannya berasal dari embrio filsafat, sekarang pertumbuhannya telah
bercabang-cabang menjadi puluhan, bahkan ratusan disiplin ilmu ataupun
teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik serta dasar keilmiahannya
sendiri-sendiri. Salah satu fungsi utama ilmu pengetahuan dan teknologi adalah
untuk sarana bagi kehidupan manusia, yakni untuk membantu manusia agar
aktivitas kehidupannya menjadi lebih muda, lancar, efisien, dan efektif,
sehingga kehidupannya menjadi lebih bermakna dan produktif. Oleh karena itu,
khususnya dalam ilmu antropologi, istilah atau pengertian ilmu pengetahuan dan
teknologi tersebut sering dipakai untuk merujuk pada keterkaitan antara
manusia, lingkungan, dan kebudayaan. Hal ini dikarenakan dalam berinteraksi
menghadapi lingkungannya, manusia mau tidak mau pasti akan berusaha menggunakan
sarana-sarana berupa pengetahuan yang dimiliki serta menciptakan peralatan
hidup untuk membantu kehidupannya. Dengan demikian, Iptek bagi manusia selalu
berkaitan dengan usaha manusia untuk menciptakan taraf kehidupannya yang lebih
baik.
Teknologi mempunyai dua komponen utama, yaitu :
a. Hardware aspect, meliputi peralatan yang memberikan
bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atu material.
b. Software aspect, meliputi sumber informasi yang
memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut.
Dalam definisi lain (terutama berdasarkan kajian filsafat
ilmu), istilah Iptek (ilmu, pengetahuan, teknologi) juga sering dibedakan
secara terpisah atau sendiri-sendiri, karena masing-masing ketiga istilah itu
dianggap memiliki bobot keilmiahan yang berbeda-beda.
Menurut pengertian ini, pengetahuan merupakan pengalaman
yang bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. Oleh
karena itu, manusia yang normal, sekolah atu tidak sekolah, sudah pasti
dianggap memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena
dua hal, pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat mengomunikasikan
informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua,
manusia mempunyai kamampuan berpikir menurut suatu alur piker tertentu ang
merupakan kemampuan menalar. Penalaran merupakan suatu proses berpikir menurut
suatu proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan.
Pengetahuan yang sifatnya acak perlu ditingkatkan lagi derajat atau bobot
keilmiahannya sehingga berubah menjadi ilmu. Dengan demikian pengetahuan yang
bersifat acak serta terbuka itu dengan melalui proses yang cukup panjang, dapat
diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu filsafat, humaniora,
serta ilmu.
Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun
secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, di mana pengetahuan
tersebut selalu dapat dikontrol oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya.
Berpijak dari pengertian ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok
sebagai berikut:
1. Berisi pengetahuan (knowledge).
2. Tersusun secara sistematis.
3. Menggunakan penalaran.
4. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain.
Dalam kajian filsafat, suatu pengetahuan dapat dikatakan
(dikategorikan) sebagai suatu ilmu apabila memenuhi tiga kriteria sebagai
berikut:
a. Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang
bersangkutan telah memiliki objek studi/kajian yang jelas, artinya dapat
diidentifikasikan, dapat diberi batasan, serta dapat diuraikan sifat-sifatnya
yang esensial. Objek studi suatu ilmu itu sendiri terdapat dua macam, yaitu
objek material serta objek formal.
b. Adanya aspek epistemologi, yang artinya bahwa bidang
studi yang bersangkutan telah memiliki metode kerja yang jelas. Dalam hal ini
terdapat tiga metode kerja suatu bidang studi, yaitu dedukasi, induksi, serta
eduksi.
c. Adanya aspek aksiologi, yang artinya bahwa bidang
studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatanya. Misalnya,
bidang studi tersebut dapat menunjukkan adanya nilai teoretis, hukum,
generalisasi, kecenderungan umum, konsep, serta kesimpulan yang logis,
sistematis, dan koheren. Selain itu, bahwa dalam teori serta konsep tersebut
tidak menunjukkan adanya kerancuan, kesemrawutan pikiran, atau penentangan
kontradiktif di antara satu sama lain.
Sains atau ilmu pengetahuan (di dalamnya menyangkut pula
bahwa teknologi), tidak bias bebas dari nilai-nilai. Jadi, sesuai dengan sifat
sains itu sendiri yang kebenarannya bersifat tidak mutlak. Sedangkan berbicara
masalah teknologi,dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya sudah mengandung
pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk teknologi
tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu, dalam sudut pandang
budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan
praktis dari sains. Walaupun pada dasarnya teknologi juga memilliki
karakteristik objektif dan netral, namun dalam kenyataannya teknologi tidak
bisa netral seluruhnya karena memerlukan juga sentuhan-sentuhan estetika yang
bersifat objektif.
Pada titik inilah kita berbicara tentang seni. Seni
berasal dari bahasa Latin, yaitu art yang berarti kemahiran. Secara etimologis,
seni (art) diformulasikan sebagai suatu kemahiran dalam membuat barang atau
mengerjakan sesuatu.
Pengertian seni merupakan kebalikan dari alam, yaitu
sebagai hasil campur tangan (sentuhan) manusia.Seni merupakan pengolahan budi
manusia secara tekun untuk mengubah suatu benda bagi kepentingan rohani dan
jasmani manusia. Seni merupakan ekpresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi
tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni dan keindahan yang
tercipta merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Dengan seni, cipta dan
karya manusia, termasuk teknologi, di dalamnya mendapat sentuhan keindahan atau
estetika. Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi
bagaikan pohon tak berakar (science without technology has no fruit, technology
without science has no root). Sains hanya mampu mengajarkan fakta dan nonfakta
pada manusia, ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh
dilakukan oleh manusia. Jadi, fungsi sains di sini hanyalah mengoordinasikan
semua pengalaman manusia dan menempatkannya ke dalam suatu sistem yang logis,
sedangkan fungsi seni sebagai pemberi persepsi mengenai suatu keberaturan dalam
hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya.
Tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan
manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan seni memberi sentuhan estetik
sebagai hasil budaya yang indah dari manusia.
C.
Perkembangan Sains dan Teknologi
Ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh dan berkembang
dengan cepat, melebihi daya serap otak
manusia, sehingga ia tidak dapat memahami seluruh produk ilmu pengetahuan
kendatipun sudah memakainya bahkan menjadi objeknya.
1.
Perkembangan Ilmu
Pengetahuan Alam (Sains)
Perkembangan ilmu
pengetahuan alam sampai saat ini dapat dibagi menjadi:
a. Lambat, yaitu
abad ke 15-16
b. Sedang, yaitu
abad ke 16-19
c. Cepat, abad ke
19-20
d. Sangat cepat,
yaitu abad ke 20- sekarang
Perkembangan
ilmu pengetahuan baik perkembangan ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora dari
waktu ke waktu berlangsung cepat dimana ilmu-ilmu murni menjadi ilmu terapan
yang jumlah cabang dan rantingnya menjadi semakin banyak. Masing-masing bidang
ilmu tersebut melalui penelitian ilmiah oleh para ilmuan terus dikembangkan.
Ilmu-ilmu
alam, yang tediri dari biologi, kimia, dan fisika selanjutnya melahirkan
ilmu-ilmu terapan seperti ilmu teknik, ilmu kelautan, geografi, ilmu pertanian,
ilmu peternakan, ilmu kehutanan, kedokteran, dll.
Ilmu sosial yang
terdiri dari psikologi, sosiologi, dan sejarah berkembang dan melahirkan ilmu
terapan seperti ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu administrasi, ilmu
pendidikan, ilmu kesejahteraan sosial, dll.
Humaniora terdiri
dari ilmu filsafat, bahasa, sastra dan seni kemudian masing-masing ilmu juga
berkembang dan bercabang.
2.
Perkembangan
Teknologi
Teknologi merupakan
sarana yang amat
penting untuk kehidupan
masyarakat di jaman yang
modern ini di
berbagai bidang untuk
mencapai tujuan-tujuan yang
praktis. Istilah teknologi merupakan produk sains atau ilmu pengetahuan,
dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau
perwujudan sesuatu. Kecendrungan inipun mempunyai suatu akibat dimana teknologi
dianggap sebagai penerapan sains. Dalam sudut pandang budaya, teknologi
merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu
pengetahuan.
Penggunaan
teknologi bertujuan untuk memudahkan segala aktivitas yang berkaitan dengan
efisien waktu dan tenaga. Sama dengan sains, hasil penggunaan teknologi juga
memberikan kontribusi yang besar dari kesejahteraan hidup manusia di segala
aspek kehidupan. Namun sayangnya sekarang ini tidak semua teknologi dapat
membantu pekerjaan manusia, justru ada pula teknologi yang malah membantu
menjadi boomerang akibat salah dalam memanfaatkannya.
D.
Dampak Sains dan Teknologi terhadap kebudayaan
Sistem peralatan hidup manusia merupakan unsur kebudayaan
yang paling epat berubah. Sestem peralatan sering juga disebut sebagai sistem
teknilogi yang pekembangannya mempengaruhi sistem sosial budaya yang lain.
Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi unsur religi, kesenian, bahasa,
sebagainya. Kemajuan teknologi berasal dari pengembangan unsur sistem
pegetahuan masyarakat. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusua, umumnya
terdiri atas berikut ini.
1.
Alat- alat
produktif
2.
Alat-alat yang
didistribusikan dan transportasi dan sistem komusikasi.
3.
Wadah atau tempat-tempat
untuk menaruh barang kebutuhan.
4.
Makanan dan
minuman.
5.
Pakaian dan
perhiasan.
6.
Tempat berlindung
dan perumahan.
Setiap suku bangsa
dan kelompok masyarakat memiliki peralatan-peralatan seperti yang disebutkan di
atas dengan ciri-ciri khas masing-masing. Alat –alat produksi tergantung juga
pada mata pencaharian masyarakat, misalnya petani tentu saja membutuhkan
cangkul. Nelayan membutuhkan pancing dan jala ikan. Nelayan juga membutuhkan
perahu sebagai alat tranportasi, memerlukan wadah atau tempat untuk menyimpan
ikan, mempunyai jenis makanan dan minuman yang khas, ada juga yang memiliki
perhiasan-perhiasan dari kerang atau yang terbuat dari hewan atau tumbuhan
laut, ada juga rumah-rumah sederhana dan berada di tepi pantai dan memiliki
senjata untuk berlinung dari hewan buas di laut atau darat.
Contoh
Kasus :
Kasus : Pengaruh gadget terhadap anak
usia dini
Objek
kajian : anak usia 5-10 tahun
Pembahasan :
Dewasa ini IPTEK berkembang semakin
pesat. Dengan adanya IPTEK tersebut pekerjaan manusia menjadi lebih mudah.
Salah satu teknologi yang tidak luput dari perhatian kita adalah gadget. Dari
semua kalangan termasuk dewasa hingga anak-anak menjadikan gadget sebuah
kebutuhan. Dalam hal ini kami menanggapi dengan berbagai alasan:
1. Pro
A. Sesuai dengan karakteristik perkembangan usia anak
Salah
satu karakteristik anak usia dini yaitu memiliki rasa antusiasme yang tinggi
terhadap hal-hal yang baru. Hal itu dapat memberikan pengetahuan yang baru bagi
anak.
B. Merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi
perkembangan anak
Dengan
adanya gadget, anak mendapat fasilitas untuk mengembangkan potensinya secara
optimal melalui aplikasi yang terdapat pada gadget.
C. Untuk media belajar anak
Dalam
gadget terdapat fasilitas yang beragam diantaranya aplikasi berhitung,
menggambar, membaca, mewarnai (untuk anak usia 5-6 tahun) bahkan aplikasi tanya
jawab mengenai materi yang diajarkan di bangku sekolah (untuk anak usia 7-10 tahun).
2.
Kontra
a.
Menghambat proses belajar anak
Gadget
menimbulkan kecanduan terhadap anak, sehingga anak cenderung malas untuk
berusaha belajar melalui cara manual seperti menghitung, mencari jawaban pada
buku panduan, dan lain-lain.
b.
Membuat anak memiliki pribadi anti sosial
Anak
lebih asyik bermain dengan gadget sehingga tidak memperdulikan lingkungan
sekitarnya. Hal ini menjadikan anak cenderung untuk lebih memilih sendiri
daripada bersosialisasi dengan lingkungannya.
c.
Terganggunya kesehatan anak
Radiasi
yang terpancar dari gadget membuat terganggunya fungsi penglihatan pada anak.
Hal tersebut juga dapat mengganggu perkembangan anak pada tahap selelanjutnya.