Selasa, 09 Juni 2020

MANUSIA, SAINS, DAN TEKNOLOGI

A.    Pengertian

1.      Manusia

Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah yang lain. Dikatakan paling sempurna karena manusia dibekali akal sekaligus nafsu. Meskipun manusia mempunyai nafsu tetapi yang paling berperan adalah akal. Akal ini bertujuan untuk membedakan mana yang baik dan mana yang buruk, akal juga sebagai alat untuk berfikir, berhitung, dan berkreasi sehingga kerja sama antara keduanya sangat diperlukan dalam kehidupan manusia.

Pada hakekatnya manusia adalah makhluk monopluralis yaitu makhluk yang terdapat banyak keragaman dalam dirinya, tetapi keragaman tersebut hanya terdapat pada satu jiwa. Keragaman-keragaman manusia sebagai makhluk monopluralis tersebut diantaranya:

 

A.    Susunan kodrat

Susunan kodrat manusia adalah mempunyai dua dimensi yaitu:

1.      Jasmani

Sebagai bodi/badan atau rangka, yang terlihat oleh indera kita.

2.      Rohani

Ruh atau yang mengisi dan menjalankan badan tersebut. Di mana dalam dimensi rohani manusia terdapat cipta, rasa, dan karsa.

 

B.     Sifat kodrat

Secara sifat kodrat manusia yaitu sebagai berikut:

1.      Makhluk individu

Manusia dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap manusia tercipta dengan kepribadian, keunikan, serta kekurangan dan kelebihan masing-masing sehingga setiap individu manusia berbeda-beda dan memiliki ciri khas masing-masing

2.      Makhluk sosial

Manusia dikatakan sebagai makhluk sosial karena manusia tidak dapat hidup sendiri. Setiap manusia saling membutuhkan untuk dapat melangsungkan hidupnya.

 

C.     Kedudukan kodrat

Dalam kodratnya manusia memiliki kedudukan sebagai:

1.      Makhluk pribadi

Sebagai makhluk pribadi manusia mempunyai hak dan kewajiban. Dalam menjalankan hak dan kewajiban ini haruslah berlandaskan moral dan tanggung jawab sehingga dapat berjalan seimbang sebagaimana mestinya.

2.      Makhluk Tuhan

Sebagai makhluk tuhan manusia memiliki kewajiban beribadah kepada Allah SWT serta segala sesuatu tindakan manusia akan diminta pertanggung jawaban oleh Allah. Selain mempunyai hakekat hidup, manusia juga memiliki sifat-sifat, diantaranya yaitu:

a. Sebagai makhluk yang berakal

b. Sebagai makhluk yang berbahasa

c. Sebagai makhluk yang beragama

 

Berdasarkan sifat-sifat tersebut di atas maka dalam diri manusia selalu mempunyai pola pikir, pengharapan atau cita-cita serta kehendak untuk mendapatkan penghidupan yang lebih baik dari dalam kehidupannya dengan cara menciptakan sesuatu.

 

2.      Sains

Sains berkaitan dengan cara mencari tahu tentang alam semesta secara sistematis, dan bukan hanya kumpulan berupa fakta-fakta, konsep-konsep, prinsip-prinsip saja tetapi juga merupakan suatu proses penemuan.

Menurut Medawar (1984) Sains(dari istilah Inggris Science) berasal dari kata: sienz, cience, syence, scyence, scyense, scyens, scienc, sciens, scians. Kata dasar yang diambil dari kata scientia yang berarti knowledge (ilmu). Tetapi, tidak semua ilmu itu boleh dianggap sains. Yang dimaksud ilmu sains adalah: ilmu yang dapat diuji (hasil dari pengamatan yang sesungguhnya) kebenarannya yang dikembangkan secara bersistem dengan kaidah-kaidah tertentu berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata sehingga pengetahuan yang dipedomani tersebut boleh dipercayai, melalui eksperimen secara teori.

Menurut Kamus Umum Bahasa Indonesia, sains adalah: “Ilmu yang teratur (sistematik) yang dapat diuji atau buktikan kebenarannya, berdasarkan kebenaran atau kenyataan semata (misalnya:fisika, kimia, biologi)”. Pendidikan sains menekankan pada pengalaman secara langsung. Sains yang diartikan sebagai salah satu cabang ilmu yang mengkaji tentang sekumpulan pernyataan atau fakta-fakta dengan cara yang sistematik dan serasi dengan hukum-hukum umum yang melandasi peradaban dunia modern. Sains merupakan satu proses unruk mencari dan menemui sesuatu kebenaran melalui pengetahuan (ilmu) dengan memahami hakikat makhluk, untuk menerangkan hokum-hukum alam. Proses mencari kebenaran secara mencari jawaban kepada persoalan-persoalan secara sistematik yang dinamakan pendekatan saintifik dan ia menjadi landasan perkemabangan teknologi yang menjadi salah satu unsur terpenting peradaban manusia. Sains sangat penting untuk perkembangan dan kemajuan kemanusiaan dan teknologi.

 

3.      Teknologi

Istilah teknologi barasal dari kata techne dan logia. Kata Yunani kuno techne berarti seni kerajinan. Dari techne kemudian lahirlah technikos yang berarti seseorang yang memilki keterampilan tertentu. Dengan berkembangnya keterampilan seseorang yang menjadi semakin tetap karena menunjukkan suatu pola, langkah dan metode yang pasti, keterampilan itu lalu menjadi teknik. Istilah “teknologi” berasal dari “techne “ atau cara dan “logos” atau pengetahuan. Jadi secara harfiah teknologi dapat diartikan pengetahuan tentang cara. Pengertian teknologi sendiri menurutnya adalah cara melakukan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan manusia dengan bantuan akal dan alat, sehingga seakan-akan memperpanjang, memperkuat atau membuat lebih ampuh anggota tubuh, pancaindra dan otak manusia.

Menurut Jaques Ellul (1967: 1967 xxv) memberi arti teknologi sebagai ”keseluruhan metode yang secara rasional mengarah dan memiliki ciri efisiensi dalam setiap bidang kegiatan manusia.” Pengertian teknologi secara umum adalah:

A. Proses yang meningkatkan nilai tambah.

B. Produk yang digunakan dan dihasilkan untuk memudahkan dan meningkatkan kinerja.

C. Struktur atau sistem di mana proses dan produk itu dikembamngkan dan digunakan.

 

Pada permulaan abad XX ini, istilah teknologi telah dipakai secara umum dan merangkum suatu rangkaian sarana, proses dan ide di samping alat-alat dan mesin-mesin. Perluasan arti berjalan terus sehingga sampai pertengahan abad ini muncul perumusan teknologi sebagai sarana dan aktivitas yang dengannya manusia berusaha mengubah atau menangani lingkungannya. Teknologi dianggap sebagai penerapan ilmu pengetahuan, dalam pengertian bahwa penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umum dapatlah bahwa teknologi merupakan suatu sistem penggunanaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.

 

Adapun tiga macam teknologi yang sering dikemukakan oleh para ahli, yaitu :

1.      Teknologi Modern

Jenis teknologi modern ini mempunyai ciri-ciri  sebagai berikut :

A. Padat modal

B. Mekanis elektris

C. Menggunakan bahan impor

D. Berdasarkan penelitian mutakhir dan lain-lain

 

2.      Teknologi Madya

Jenis teknologi madya ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

A. Padat karya

B. Dapat dikerjakan oleh keterampilan setempat

C. Menggunakan alat setempat

D. Berdasarkan alat penelitian

 

3.      Teknologi Tradisional

Teknologi ini mempunyai ciri-ciri sebagai berikut :

A. Bersifat padat karya (banyak menyerap tenaga kerja)

B. Menggunakan keterampilan setempat

C. Menggunakan alat setempat

D. Menggunakan bahan setempat

E. Berdasarkan kebiasaan atau pengamatan

 

Demikianlah teknologi adalah segenap keterampilan manusia menggunakan sumber-sumber daya alam untuk memecahkan masalah-masalah yang dihadapinya dalam kehidupan. Secara lebih umun dapatlah bahwa teknologi merpukan suatu sistem penggunaan berbagai sarana yang tersedia untuk mencapai tujuan-tujuan praktis yang ditentukan.

 

Contoh-contoh teknologi:

1.      Teknologi komunikasi

Yaitu suatu sistem yang memungkinkan kita dapat berkomunikasi dengan siapapun, kapanpun, dan dimanapun tidak terbatas pada tempat, jarak dan waktu. Misal: internet, handphone, bairless, dll.

 

2.      Teknologi informasi

Yaitu suatu sistem yang memudahkan kita untuk memperoleh berbagai macam info yang dibutuhkan secara praktis dan dalam waktu yang relative singkat. Misal: internet, tv.

 

3.      Bioteknologi

Yaitu suatu teknologi yang mampu memanipulasi proses alami secara dramatis. Misal: cloning pada hewan dan tumbuhan.

 

B.     Hakikat dan makna sains, teknologi dan seni bagi kehidupan manusia

Pada hakekatnya manusia secara kodrat bersifat sebagai makhluk individu sekaligus makhluk sosial. Dikatakan sebagai makhluk individu karena setiap manusia berbeda-beda dengan manusia yang lain dalam hal kepribadian, pola pikir, kelebihan, kekurangan dan kreatifitas untuk mencapai cita-cita. Sehingga sebagai pribadi-pribadi yang khas tersebut manusia berusaha mengeluarkan segala potensi yang ada pada dirinya dengan cara menciptakan sesuatu untuk memenuhi kebutuhan hidup tanpa bantuan orang lain. Potensi-potensi manusia sebagai makhluk individu dapat dituangkan dalam sebuah karya seni, sains, dan teknologi.

Baik sains, teknologi maupun seni dan hasil produknya dapat dirasakan disetiap aspek kehidupan manusia dan budayanya. Sehingga pengaruh sains, teknologi, seni bagi manusia dan budaya dalam masyarakat dapat berpengaruh baik secara negatif maupun secara positif :

1. Pengaruh positif

a. Meningkatkan kesejahteraan hidup manusia (secara individu maupun kelompok) terhadap perkembangan ekonomi, politik, militer, dan pemikiran-pemikiran dalam bidang sosial budaya.

b. Pemanfaatan sains, teknologi, dan seni secara tepat dapat lebih mempermudah proses pemecahan berbagai masalah yang dihadapi oleh manusia.

c. Sains, teknologi dan seni dapat memberikan suatu inspirasi tentang perkembangan suatu kebudayaan yang ada di Indonesia.

 

2. Pengaruh negatif

Selain untuk memberikan pengaruh positif sains, teknologi dan seni juga dapat memberikan pengaruh yang negatif bagi perubahan peradapan manusia dan budaya terutama bagi generasi muda. Selain itu sains, teknologi dan seni telah melunturkan nilai-nilai luhur kepribadian bangsa dan tata krama sosial yang selama ini menjadi ciri khas dan kebanggaan. Serta yang terakhir pemanfaatan dari sains, teknologi, dan seni sering kali menimbulkan masalah baru dalam kehidupan manusia terutama dalam hal kerusakan lingkungan, mental dan budaya bangsa, seperti:

a. Menipisnya lapisan ozon

b. Terjadi polusi udara, air dan tanah

c. Terjadi pemanasan global

d. Rusaknya ekosistem laut

e. Pergaulan dan seks bebas dan penyakit moral.

Oleh karena itu agar sains, teknologi dan seni dapat memberikan pengaruh yang positif bagi manusia dan budaya, maka sains, teknologi dan seni seharusnya mampu mengkolaborasikan antara nilai-nilai empiris dengan nilai-nilai moral dan menyesuaikan dengan nilai-nilai religius, keagamaan, dan dilaksanakan dengan penuh tanggung jawab.

Selama perjalanan sejarah, umat manusia telah berhasil menciptakan berbagai macam kebudayaan. Berbagai macam atau ragam kebudayaan tersebut meliputi tujuh unsure kebudayaan saja. Ketujuh unsur kebudayaan tersebut merupakan unsur-unsur pokok yang selalu ada pada setiap kebudayaan masyarakat yang ada dibelahan dunia.

Menurut Kluchkhon sebagai mana dikutip Koentjaraningrat (1996), bahwa ketujuh unsur pokok kebudayaan tersebut meliputi:

1. Peralatan hidup(teknologi)

2. Sistem mata pencaharian hidup(ekonomi)

3. Sistem kemasyarakat (organisasi sosial)

4. Sistem bahasa

5. Kesenian (seni)

6. Sistem pengetahuan (ilmu pengatehuan/sains)

7. Sistem kepercayaan (religi).

 

Ketujuh unsur budaya tersebut merupakan unsur-unsur budaya pokok yang pasti ada apabila kita meneliti atau mempeljari setiap kehidupan masyarakat. Karena ada pada setiap kehidupan masyarakat manusia di dunia ini, maka ketujuh unsur pokok dari kebudayaan yang ada di dunia itu sering kali dikatakan sebagai unsur-unsur budaya yang bersifat universal, atau unsur-unsur kebudayaan universal.

Ilmu pengetahuan (sains), peralatan hidup (teknologi), serta kesenian (seni) atau sering disingkat IPTEKS, termasuk bagian dari unsur-unsur pokok dari kebudayaan universal tersebut.          

Maka dapat dipastikan IPTEKS akan kita jumpai pada setiap kehidupan masyarakat manusia dimanapun berada, baik yang telah maju,sedang berkembang, sampai masyarakat yang masih sangat rendah tingkat perdabannya. Bahkan pada kehidupan masyarakat purba atau pada zaman prasejarah sekalipun, ketujuh unsur-unsur budaya universal tersebut telah ada, termasuk Ipteks, meskipun tentunya pada tingkatan yang sangat sederhana atau primitif sekali. Salah satu bukti bahwa pada zaman purba telah muncul ketujuh unsur-unsur budaya universal adalah pada zaman itu manusia telah mengenal adanya peralatan hidup atau teknologi berupa alat-alat sederhana yang terbuat dari batu maupun tulang yang digunakan untuk mencari makanan (berburu, meramu makanan, atau bercocok tanam secara sederhana atau berladang).

Kemudian, pada saat itu manusia purba juga telah mengenal adanya sistem kepercayaan yang sekaligus menunjukkan adanya nilai seni serta sistem mata pencaharian hidup manusia purba, yakni sebagaimana terpotret pada gambar-gambar mistis berupa lukisan telapak tangan serta lukisan babi rusa yang terkena panah pada bagian perutnya, yang ditemukan di gua-gua tempat tinggal mereka. Pada zaman purba, ternyata juga telah dikenal adanya sistem pengetahuan dalam pelayaran yang menggunakan sandaran pengetahuan pada perbintangan.

Demikianlah pada masa-masa sesudahnya, pelan tapi pasti Ipteks terus berkembang semakin maju sejalan dengan kemajuan penalaran yang telah dicapai oleh umat manusia. Bahkan, kini Ipteks yang pada awal perkembangannya berasal dari embrio filsafat, sekarang pertumbuhannya telah bercabang-cabang menjadi puluhan, bahkan ratusan disiplin ilmu ataupun teknologi yang masing-masing memiliki karakteristik serta dasar keilmiahannya sendiri-sendiri. Salah satu fungsi utama ilmu pengetahuan dan teknologi adalah untuk sarana bagi kehidupan manusia, yakni untuk membantu manusia agar aktivitas kehidupannya menjadi lebih muda, lancar, efisien, dan efektif, sehingga kehidupannya menjadi lebih bermakna dan produktif. Oleh karena itu, khususnya dalam ilmu antropologi, istilah atau pengertian ilmu pengetahuan dan teknologi tersebut sering dipakai untuk merujuk pada keterkaitan antara manusia, lingkungan, dan kebudayaan. Hal ini dikarenakan dalam berinteraksi menghadapi lingkungannya, manusia mau tidak mau pasti akan berusaha menggunakan sarana-sarana berupa pengetahuan yang dimiliki serta menciptakan peralatan hidup untuk membantu kehidupannya. Dengan demikian, Iptek bagi manusia selalu berkaitan dengan usaha manusia untuk menciptakan taraf kehidupannya yang lebih baik.

 

Teknologi mempunyai dua komponen utama, yaitu :

a. Hardware aspect, meliputi peralatan yang memberikan bentuk pola teknologi sebagai objek fisikal atu material.

b. Software aspect, meliputi sumber informasi yang memberikan penjelasan mengenai hal-hal peralatan fisik atau material tersebut.

 

Dalam definisi lain (terutama berdasarkan kajian filsafat ilmu), istilah Iptek (ilmu, pengetahuan, teknologi) juga sering dibedakan secara terpisah atau sendiri-sendiri, karena masing-masing ketiga istilah itu dianggap memiliki bobot keilmiahan yang berbeda-beda.

Menurut pengertian ini, pengetahuan merupakan pengalaman yang bermakna dalam diri tiap orang yang tumbuh sejak ia dilahirkan. Oleh karena itu, manusia yang normal, sekolah atu tidak sekolah, sudah pasti dianggap memiliki pengetahuan. Pengetahuan dapat dikembangkan manusia karena dua hal, pertama, manusia mempunyai bahasa yang dapat mengomunikasikan informasi dan jalan pikiran yang melatarbelakangi informasi tersebut. Kedua, manusia mempunyai kamampuan berpikir menurut suatu alur piker tertentu ang merupakan kemampuan menalar. Penalaran merupakan suatu proses berpikir menurut suatu proses berpikir dalam menarik kesimpulan yang berupa pengetahuan. Pengetahuan yang sifatnya acak perlu ditingkatkan lagi derajat atau bobot keilmiahannya sehingga berubah menjadi ilmu. Dengan demikian pengetahuan yang bersifat acak serta terbuka itu dengan melalui proses yang cukup panjang, dapat diorganisasikan dan disusun menjadi bidang-bidang ilmu filsafat, humaniora, serta ilmu.

Ilmu dapat diartikan sebagai pengetahuan yang tersusun secara sistematis dengan menggunakan kekuatan pemikiran, di mana pengetahuan tersebut selalu dapat dikontrol oleh setiap orang yang ingin mengetahuinya. Berpijak dari pengertian ini, maka ilmu memiliki kandungan unsur-unsur pokok sebagai berikut:

1. Berisi pengetahuan (knowledge).

2. Tersusun secara sistematis.

3. Menggunakan penalaran.

4. Dapat dikontrol secara kritis oleh orang lain.

 

Dalam kajian filsafat, suatu pengetahuan dapat dikatakan (dikategorikan) sebagai suatu ilmu apabila memenuhi tiga kriteria sebagai berikut:

a. Adanya aspek ontologis, artinya bidang studi yang bersangkutan telah memiliki objek studi/kajian yang jelas, artinya dapat diidentifikasikan, dapat diberi batasan, serta dapat diuraikan sifat-sifatnya yang esensial. Objek studi suatu ilmu itu sendiri terdapat dua macam, yaitu objek material serta objek formal.

b. Adanya aspek epistemologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan telah memiliki metode kerja yang jelas. Dalam hal ini terdapat tiga metode kerja suatu bidang studi, yaitu dedukasi, induksi, serta eduksi.

c. Adanya aspek aksiologi, yang artinya bahwa bidang studi yang bersangkutan memiliki nilai guna atau kemanfaatanya. Misalnya, bidang studi tersebut dapat menunjukkan adanya nilai teoretis, hukum, generalisasi, kecenderungan umum, konsep, serta kesimpulan yang logis, sistematis, dan koheren. Selain itu, bahwa dalam teori serta konsep tersebut tidak menunjukkan adanya kerancuan, kesemrawutan pikiran, atau penentangan kontradiktif di antara satu sama lain.

 

Sains atau ilmu pengetahuan (di dalamnya menyangkut pula bahwa teknologi), tidak bias bebas dari nilai-nilai. Jadi, sesuai dengan sifat sains itu sendiri yang kebenarannya bersifat tidak mutlak. Sedangkan berbicara masalah teknologi,dimana istilah teknologi sendiri sebenarnya sudah mengandung pengertian sains dan teknik atau engineering, sebab produk-produk teknologi tidaklah mungkin ada tanpa didasari adanya sains. Sementara itu, dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari sains. Walaupun pada dasarnya teknologi juga memilliki karakteristik objektif dan netral, namun dalam kenyataannya teknologi tidak bisa netral seluruhnya karena memerlukan juga sentuhan-sentuhan estetika yang bersifat objektif.

Pada titik inilah kita berbicara tentang seni. Seni berasal dari bahasa Latin, yaitu art yang berarti kemahiran. Secara etimologis, seni (art) diformulasikan sebagai suatu kemahiran dalam membuat barang atau mengerjakan sesuatu.

Pengertian seni merupakan kebalikan dari alam, yaitu sebagai hasil campur tangan (sentuhan) manusia.Seni merupakan pengolahan budi manusia secara tekun untuk mengubah suatu benda bagi kepentingan rohani dan jasmani manusia. Seni merupakan ekpresi jiwa seseorang yang hasil ekspresi tersebut berkembang menjadi bagian dari budaya manusia. Seni dan keindahan yang tercipta merupakan dua sisi yang tidak bisa dipisahkan. Dengan seni, cipta dan karya manusia, termasuk teknologi, di dalamnya mendapat sentuhan keindahan atau estetika. Sains dan teknologi saling membutuhkan, karena sains tanpa teknologi bagaikan pohon tak berakar (science without technology has no fruit, technology without science has no root). Sains hanya mampu mengajarkan fakta dan nonfakta pada manusia, ia tidak mampu mengajarkan apa yang harus atau tidak boleh dilakukan oleh manusia. Jadi, fungsi sains di sini hanyalah mengoordinasikan semua pengalaman manusia dan menempatkannya ke dalam suatu sistem yang logis, sedangkan fungsi seni sebagai pemberi persepsi mengenai suatu keberaturan dalam hidup dengan menempatkan suatu keberaturan padanya.

 

Tujuan sains dan teknologi adalah untuk memudahkan manusia dalam menjalani kehidupannya. Sedangkan seni memberi sentuhan estetik sebagai hasil budaya yang indah dari manusia.

 

C.    Perkembangan Sains dan Teknologi

Ilmu pengetahuan dan teknologi tumbuh dan berkembang dengan cepat, melebihi  daya serap otak manusia, sehingga ia tidak dapat memahami seluruh produk ilmu pengetahuan kendatipun sudah memakainya bahkan menjadi objeknya.

 

1.      Perkembangan Ilmu Pengetahuan Alam (Sains)

Perkembangan ilmu pengetahuan alam sampai saat ini dapat dibagi menjadi:

a. Lambat, yaitu abad ke 15-16

b. Sedang, yaitu abad ke 16-19

c. Cepat, abad ke 19-20

d. Sangat cepat, yaitu abad ke 20- sekarang

 

Perkembangan ilmu pengetahuan baik perkembangan ilmu alam, ilmu sosial, dan humaniora dari waktu ke waktu berlangsung cepat dimana ilmu-ilmu murni menjadi ilmu terapan yang jumlah cabang dan rantingnya menjadi semakin banyak. Masing-masing bidang ilmu tersebut melalui penelitian ilmiah oleh para ilmuan terus dikembangkan.

Ilmu-ilmu alam, yang tediri dari biologi, kimia, dan fisika selanjutnya melahirkan ilmu-ilmu terapan seperti ilmu teknik, ilmu kelautan, geografi, ilmu pertanian, ilmu peternakan, ilmu kehutanan, kedokteran, dll.

Ilmu sosial yang terdiri dari psikologi, sosiologi, dan sejarah berkembang dan melahirkan ilmu terapan seperti ilmu politik, ilmu ekonomi, ilmu hukum, ilmu administrasi, ilmu pendidikan, ilmu kesejahteraan sosial, dll.

Humaniora terdiri dari ilmu filsafat, bahasa, sastra dan seni kemudian masing-masing ilmu juga berkembang dan bercabang.

 

2.      Perkembangan Teknologi

Teknologi  merupakan  sarana  yang  amat  penting  untuk  kehidupan  masyarakat  di  jaman yang  modern  ini  di  berbagai  bidang  untuk  mencapai  tujuan-tujuan  yang  praktis. Istilah teknologi merupakan produk sains atau ilmu pengetahuan, dalam  pengertian bahwa  penerapan itu menuju pada perbuatan atau perwujudan sesuatu. Kecendrungan inipun mempunyai suatu akibat dimana teknologi dianggap sebagai penerapan sains. Dalam sudut pandang budaya, teknologi merupakan salah satu unsur budaya sebagai hasil penerapan praktis dari ilmu pengetahuan.

Penggunaan teknologi bertujuan untuk memudahkan segala aktivitas yang berkaitan dengan efisien waktu dan tenaga. Sama dengan sains, hasil penggunaan teknologi juga memberikan kontribusi yang besar dari kesejahteraan hidup manusia di segala aspek kehidupan. Namun sayangnya sekarang ini tidak semua teknologi dapat membantu pekerjaan manusia, justru ada pula teknologi yang malah membantu menjadi boomerang akibat salah dalam memanfaatkannya.

 

D.    Dampak Sains dan Teknologi terhadap kebudayaan

Sistem peralatan hidup manusia merupakan unsur kebudayaan yang paling epat berubah. Sestem peralatan sering juga disebut sebagai sistem teknilogi yang pekembangannya mempengaruhi sistem sosial budaya yang lain. Kemajuan teknologi dapat mempengaruhi unsur religi, kesenian, bahasa, sebagainya. Kemajuan teknologi berasal dari pengembangan unsur sistem pegetahuan masyarakat. Sistem peralatan dan perlengkapan hidup manusua, umumnya terdiri atas berikut ini.

 

1.      Alat- alat produktif

2.      Alat-alat yang didistribusikan dan transportasi dan sistem komusikasi.

3.      Wadah atau tempat-tempat untuk menaruh barang kebutuhan.

4.      Makanan dan minuman.

5.      Pakaian dan perhiasan.

6.      Tempat berlindung dan perumahan.

 

Setiap  suku bangsa dan kelompok masyarakat memiliki peralatan-peralatan seperti yang disebutkan di atas dengan ciri-ciri khas masing-masing. Alat –alat produksi tergantung juga pada mata pencaharian masyarakat, misalnya petani tentu saja membutuhkan cangkul. Nelayan membutuhkan pancing dan jala ikan. Nelayan juga membutuhkan perahu sebagai alat tranportasi, memerlukan wadah atau tempat untuk menyimpan ikan, mempunyai jenis makanan dan minuman yang khas, ada juga yang memiliki perhiasan-perhiasan dari kerang atau yang terbuat dari hewan atau tumbuhan laut, ada juga rumah-rumah sederhana dan berada di tepi pantai dan memiliki senjata untuk berlinung dari hewan buas di laut atau darat.

 

 

 

Contoh Kasus :

Kasus              : Pengaruh gadget terhadap anak usia dini

Objek kajian    : anak usia 5-10 tahun

Pembahasan    :

            Dewasa ini IPTEK berkembang semakin pesat. Dengan adanya IPTEK tersebut pekerjaan manusia menjadi lebih mudah. Salah satu teknologi yang tidak luput dari perhatian kita adalah gadget. Dari semua kalangan termasuk dewasa hingga anak-anak menjadikan gadget sebuah kebutuhan. Dalam hal ini kami menanggapi dengan berbagai alasan:

1.      Pro

A.    Sesuai dengan karakteristik perkembangan usia anak

Salah satu karakteristik anak usia dini yaitu memiliki rasa antusiasme yang tinggi terhadap hal-hal yang baru. Hal itu dapat memberikan pengetahuan yang baru bagi anak.

B.     Merupakan salah satu upaya untuk memfasilitasi perkembangan anak

Dengan adanya gadget, anak mendapat fasilitas untuk mengembangkan potensinya secara optimal melalui aplikasi yang terdapat pada gadget.

C.     Untuk media belajar anak

Dalam gadget terdapat fasilitas yang beragam diantaranya aplikasi berhitung, menggambar, membaca, mewarnai (untuk anak usia 5-6 tahun) bahkan aplikasi tanya jawab mengenai materi yang diajarkan di bangku sekolah (untuk anak usia 7-10 tahun).

 

2. Kontra

a. Menghambat proses belajar anak

Gadget menimbulkan kecanduan terhadap anak, sehingga anak cenderung malas untuk berusaha belajar melalui cara manual seperti menghitung, mencari jawaban pada buku panduan, dan lain-lain.

b. Membuat anak memiliki pribadi anti sosial

Anak lebih asyik bermain dengan gadget sehingga tidak memperdulikan lingkungan sekitarnya. Hal ini menjadikan anak cenderung untuk lebih memilih sendiri daripada bersosialisasi dengan lingkungannya.

c. Terganggunya kesehatan anak

Radiasi yang terpancar dari gadget membuat terganggunya fungsi penglihatan pada anak. Hal tersebut juga dapat mengganggu perkembangan anak pada tahap selelanjutnya.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar

MANUSIA, SAINS, DAN TEKNOLOGI

A.     Pengertian 1.       Manusia Manusia merupakan makhluk ciptaan Allah SWT yang paling sempurna dibandingkan makhluk ciptaan Allah y...